Kamis, 29 September 2016

Kampung Gallu Langati

KAMPUNG GALLU LANGATI – WAILAWA


Tersebar di hampir setiap sudut Sumba, kubur batu menjelma sebagai salah satu ikon tereksotis pada masing-masing kampung adat. Satu lagi, kampung besar yang menjadi situs Kabupaten Sumba Tengah yaitu Kampung Gallu Langati. Kampung adat ini terletak di Desa Wailawa Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.
Membutuhkan waktu 8 menit menggunakan kendarakan untuk sampai ke tempat ini. Berada di bagian selatan dari pusat kota Waibakul. Orang-orang di kampung ini berasal dan turun temurun dari Kampung Praiwola yang merupakan Sub Kabisu  dari Suku Wailawa.
Kubur batu batu merupakan warisan budaya megalitik di tanah Sumba yang masih bertahan hingga detik ini bersama lestarinya kepercayaan adat Marapu yang kukuh di pegang warga Sumba. Kubur batu atau batu kubur dalam istilah Arkeologi disebut Dolmen biasanya berbentuk Bejana (Watu Ka’bang) maupun Watu Pawihi’. Dalam budaya prasejarah, kubur batu merupakan budaya megalitik muda yang berkembang di Nusantara menjelang tarikh Masehi.

foto: Batu kubur megalitik
Keberadaannya di Pulau Sumba yang mendapat julukan Sandlewood Island ini merupakan keunikan tersendiri karena mampu bertahan sejak masa prasejarah tanpa mengalami perubahan sampai saat ini.Sama halnya dengan Kampung Praiwola yg memiliki batu kubur tua. Kampung Gallu Langati juga memiliki keunikan sejarah masa lampau dan batu kubur besar berkakiWatu Pawihi yang sudah berumur sekitar ribuan tahun.

foto: Piring kayu jaman dahulu
Batu kubur ini bernama Go’bulukawawu, Watu Oli Ati atau biasa disebut batu Oli Ati. Batu kubur ini juga ditarik dengan benang (kaba) pada jaman dahulu yang meninggalkan sisa-sisa relief ukiran kuno pada bagian kaki. Relief pada kaki batu itu menggambarkan sebuah ukiran yang sarat akan makna.

foto: Kaleku (tas dari bahan organik)
Dengan delapan buah rumah, kampung ini menjadi cukup dikenal, menjadi kampung tua di Sumba Tengah yang menjadi destinasi wisata baru buat para wisatawan yang ingin mencari keunikan sejarah di tanah Marapu. Sebuah sejarah disajikan lewat penuturan seorang Tokoh masyarakat bernama Umbu Magawi yang berdomisili di Prai Au, beliau mengatakan bahwa Umbu Kara adalah pesohor dan pendiri dari kampung tua ini dan Umbu Kara juga adalah turunan langsung dari Umbu Marawa Reri Sudi. Ia adalah aktor dan pionir dibalik batu kubur besar yang ditarik dari ‘Pamulariti’, sebuah situs ‘tarik batu’ di Desa Wailawa yang menjadi sangat dikenal oleh masyarakat Sumba Tengah.

foto: alat tumbuk sirih dari tanduk kerbau

Jika anda tertarik dan ingin menikmati godaan kampung adat di tempat ini, maka datanglah. Suguhan khas orang Sumba yang ramah akan menghiasi explore anda.

Sumber. Pemuda Sayap Gogali
Red. Agustinus Umbu Sunga
Editor. Umbu Dedi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar