KAMPUNG GALLU LANGATI – WAILAWA
Tersebar di
hampir setiap sudut Sumba, kubur batu menjelma sebagai salah satu ikon
tereksotis pada masing-masing kampung adat. Satu lagi, kampung besar yang
menjadi situs Kabupaten Sumba Tengah yaitu Kampung
Gallu Langati. Kampung adat ini terletak di Desa Wailawa Kecamatan
Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.
Membutuhkan waktu 8 menit
menggunakan kendarakan untuk sampai ke tempat ini. Berada di bagian selatan
dari pusat kota Waibakul. Orang-orang di kampung ini berasal dan turun temurun
dari Kampung Praiwola yang merupakan Sub
Kabisu dari Suku
Wailawa.
Kubur batu
batu merupakan warisan budaya megalitik di tanah Sumba yang masih bertahan
hingga detik ini bersama lestarinya kepercayaan adat Marapu yang kukuh di pegang
warga Sumba. Kubur batu atau batu kubur dalam istilah Arkeologi disebut
Dolmen biasanya berbentuk
Bejana (Watu Ka’bang) maupun
‘Watu Pawihi’. Dalam budaya prasejarah,
kubur batu merupakan budaya megalitik muda yang berkembang di Nusantara
menjelang tarikh Masehi.
 |
| foto: Batu kubur megalitik |
Keberadaannya di Pulau Sumba yang mendapat julukan
Sandlewood Island ini merupakan keunikan tersendiri karena mampu bertahan sejak
masa prasejarah tanpa mengalami perubahan sampai saat ini.Sama halnya
dengan Kampung Praiwola yg memiliki batu kubur tua. Kampung Gallu Langati juga memiliki
keunikan sejarah masa lampau dan batu kubur besar berkaki
“Watu Pawihi” yang sudah berumur sekitar ribuan tahun.
 |
| foto: Piring kayu jaman dahulu |
Batu kubur
ini bernama
“Go’bulukawawu, Watu Oli Ati”
atau biasa disebut batu
“Oli Ati”. Batu
kubur ini juga ditarik dengan benang
(kaba)
pada jaman dahulu yang meninggalkan sisa-sisa relief ukiran kuno pada bagian
kaki. Relief pada kaki batu itu menggambarkan sebuah ukiran yang sarat akan makna.
 |
| foto: Kaleku (tas dari bahan organik) |
Dengan delapan
buah rumah, kampung ini menjadi cukup dikenal, menjadi kampung tua di Sumba
Tengah yang menjadi destinasi wisata baru buat para wisatawan yang ingin
mencari keunikan sejarah di tanah Marapu. Sebuah sejarah disajikan lewat
penuturan seorang Tokoh masyarakat bernama
Umbu Magawi yang berdomisili di Prai
Au, beliau mengatakan bahwa
‘Umbu Kara’
adalah pesohor dan pendiri dari kampung tua ini dan
Umbu Kara juga adalah turunan
langsung dari
Umbu Marawa Reri Sudi. Ia adalah aktor dan pionir dibalik batu
kubur besar yang ditarik dari
‘Pamulariti’, sebuah situs ‘tarik batu’ di Desa
Wailawa yang menjadi sangat dikenal oleh masyarakat Sumba Tengah.
 |
| foto: alat tumbuk sirih dari tanduk kerbau |
Jika anda
tertarik dan ingin menikmati godaan kampung adat di tempat ini, maka datanglah.
Suguhan khas orang Sumba yang ramah akan menghiasi explore anda.
Sumber. Pemuda Sayap Gogali
Red. Agustinus Umbu Sunga
Editor. Umbu Dedi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar